Muna Barat Menuju Daerah Swasembada Pangan Berkualitas untuk Kesejahteraan Masyarakat

, Sultratv Portal
03 Juni 2025, 12:30 Wita
Muna Barat Menuju Daerah Swasembada Pangan

Muna Barat-Kabupaten Muna Barat merupakan salah satu daerah di Provinsi sulawesi tenggara (Sultra) yang kaya potensi sumber daya alam. kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Muna resmi berdiri 23 Juli 2014, dengan ibu kota di Laworo (Kecamatan Tiworo Kepulauan), mencakup bagian barat Pulau Muna dan gugusan pulau di Selat Tiworo, kaya akan potensi perkebunan (kelapa, kakao) dan pariwisata sejarah (benteng tua), serta memiliki 11 kecamatan dengan topografi relatif datar hingga landai.

Kabupaten ini maju pesat sejak dipimpin Bupati La Ode darwin dan Wakil Bupati Ali Basa yang terpilih dari hasil pemilihan kepala daerah tahun 2024. Sejak dilantik memimpin, keduanya langsung tancap gas melakukan perbaikan disemua sektor termasuk pertanian dan pangan. Hal ini menjadi fokus perhatian Darwin-Ali Basa untuk menjadikan Muna Barat kedepan sebagai daerah lumbung ketahanan pangan unggulan di Provinsi Sultra.

Muna Barat Menuju Daerah Swasembada Pangan6

Dalam gerak cepat bupati dan wakil bupati Mubar ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian petani daerah. Pada Selasa, 3 Juni 2025, Bupati Muna Barat La Ode Darwin secara resmi meluncurkan program penanaman padi serentak seluas 866 hektar, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih padi sebanyak 39 ton dari Pemda Muna Barat, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang merupakan aspirasi dari Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara, Jaelani.

Kegiatan spektakuler penguatan sektor pangan tersebut dihadiri para petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda termasuk anggota DPR RI,Jaelani. Ia mitra strategis Pemda untuk mensinergikan dengan pemeirntah pusat dalam pembangunan sektor pertanian Muna Barat.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengatakan program ini merupakan langkah nyata mendukung ketahanan pangan nasional dan target swasembada beras Muna Barat pada tahun 2026. Bantuan benih itu adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Jika kebutuhan benih masih kurang, Pemda siap menambahnya dan benih yang dibagikan adalah benih label ungu yang bisa ditanam kembali hingga tiga kali panen. Bupati bahkan akan memberikan perhatian penuh terhadap sektor pertanian, termasuk melalui penyediaan 10 unit traktor roda empat, alat pengering padi dan jagung, perbaikan irigasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani. Dalam lima tahun ke depan, Muna Barat ditarget bisa menjadi Liwu Mokesa, kampung keren dengan petani-petani yang sudah sejahtera.

Muna Barat Menuju Daerah Swasembada Pangan23.46

Selain menguatkan sektor pertanian dan pangan, Muna Barat dibawah kendali La Ode Darwin juga fokus pada sektor peternakan dan perikanan tangkap. Peternakan menggenjot usaha peternakan sapi, ayam petelur dan ayam potong, yang nantinya jadi sumber penghidupan ekonomi masyarakatnya secara mandiri dan berkelanjutan. Sementara di sektor perikanan didesain sedemikian rupa jadi penopang utama masyarakat desa karena melihat potensi topografsi Muna Barat yang memiliki laut luas. Sebagai pemimpin visioner Bupati Mubar berfikir maju kedepan dan merancang seluruh program kesejahteraan rakyatnya secara matang untuk target besar mewujudkan Muna Barat yang mandiri, maju, tanggung dan berdaya saing.

“Kami sudah komitmen untuk memajukan Muna Barat salah satu daerah unggulan di Sultra utamanya di sektor pertanian dan pangan. Muna Barat memiliki lahan yang cukup luas dalam pengembangan usaha tersebut termasuk menggeliatkan usaha peternakan dan perikanan,” ungkapnya.

Petani – petani Muna Barat ungkap Darwin sangat terbantu dengan digelontorkannya beragam bantuan seperti benih dan fasiltias alsintan. Pada kesempatan tersebut petani mendapatkan 1 unit konser, 1 unit traktor roda empat, 5 unit hand traktor, 18 unit pompa air, dan 60 unit hand sprayer. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Diyakini dengan bantuan itu realisasi peningkatan mutu hasil pertanian lebih berkembang pesat. Dengan peluncuran program ini, Muna Barat kembali menegaskan langkah strategisnya dalam membangun desa melalui pertanian sebagai pilar utamanya.

Muna Barat Menuju Daerah Swasembada Pangan

Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperkuat pertanian melalui program “Petani Keren” yang melibatkan pemuda, dukungan alsintan modern, benih unggul (jagung BISI, padi Inari), cetak sawah baru (45 ha), serta fokus pada ketahanan pangan nasional dengan sinergi pusat dan daerah, bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan swasembada pangan.

Petani Keren: Melibatkan generasi muda dalam pertanian modern, penyediaan alsintan gratis, dan dukungan pupuk. Eksistensi tersebut tak lain menguatkan Ketahanan Pangan dengan target swasembada beras dan jagung yang didukung program nasional dan anggaran APBD. Ada juga Cetak Sawah Baru dengan pembukaan 45 hektar sawah di Desa Lawada dan Lakabu yang menggunakan APBD untuk pengolahan tanah dan saprodi. Untuk teknologi dilakukan penerapan pertanian modern seperti drone, sensor tanah dan aplikasi digital.

Semua Peningkatan Produktivitas itu lebih kepada optimisme peningkatan hasil panen dan kualitas komoditas serapan hasil panen jagung yang akan diserap Bulog untuk memenuhi kebutuhan regional untuk kesejahteraan petani: Gerakan aksi nyata tersebut lahir dari kolaborasi:sinergi antara pemkab, petani, dan anggota DPR RI.

 

ADV

 

Artikel Terkait

Rekomendasi Artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *