Muna Barat Mandiri Energi, Bupati Hadap BPH Migas Tambah Kuota BBM dan SPBU


Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan pertemuan resmi dengan Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Pertemuan membahas penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Minyak Tanah untuk wilayah Kabupaten Muna Barat, serta rencana pembangunan penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru.
Bupati La Ode darwin ternyata berhasil mendapatkan penambahan kuota BBM dan persetujuan pembangunan SPBU tambahan. Kerja strategis bupati cukup mumpuni untuk pasokan energi bagi masyarakatnya.
Hal ini sesuai koitmen visi misi duo pemimpin Muna Barat Darwi-Ali dalam kampanye politiknya saat maju pilkada 2024 bahwa pasnagan tersebut berteka kuat untuk memenuhi kuota energi BBM bagi kesejahteraan masyarakat.
La Ode Darwin sangat yakin dengan terpenuhinya kuota BBM unutk masyarkat maka roda ekonomi Mubar akan berjalan mulus disemua sektor mulai pertanian dengan sirkulasi penyaluran hasil bumi dan komoditas, pasokan distribusi pangan hingga akses transportasi yang sangat memadai.
“Langkah ini diambil sebagai upaya strategis mengatasi kelangkaan BBM yang sempat terjadi di beberapa wilayah, serta untuk menekan laju inflasi daerah akibat tingginya biaya transportasi dan distribusi barang kebutuhan pokok,” katanya.
Mulusnya roda ekonomi dengan kapasitas energi bahan bakar yang cukup tersebut juga diyakini bisa menekan kendala inflasi daerah dengan laju cepatnya perputaran rupiah dari sirkulasi barang ekonomi masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa peningkatan kuota BBM ini juga akan berdampak langsung pada program ketahanan pangan daerah. Ketersediaan bahan bakar yang mencukupi akan mendukung operasional alat dan mesin pertanian (alsintan), sehingga para petani tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kegiatan tanam dan panen.
Anggota Komite BPH Migas, Iwan Prasetya Adhi, menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendukung pemerataan energi hingga ke daerah terpencil.
“Kami menjunjung asa keadilan dan berkomitmen memberikan tambahan kuota sesuai kebutuhan riil, serta mempercepat pembangunan SPBU diberbagai daerah termasuk Muna Barat,”ungkapnya.
Secara nasional kebutuhan migas di Indonesia sangat vital untuk berbagai sektor, mencakup bahan bakar transportasi, bahan baku industri, bahan bakar rumah tangga, penggerak perekonomn nasional, dan sumber penerimaan negara, dengan peningkatan permintaan yang terus mendorong target produksi meskipun produksi domestik menghadapi tantangan. Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan ini melalui peningkatan produksi, pemaksimalan sumur-sumur tua, eksplorasi sumur baru, serta strategi untuk mencapai kemandirian energi, mengingat energi migas masih menjadi penopang utama hingga 2050.
La Ode Abubakar



















