PDI Perjuangan Kendari Tekankan Penertiban Aktivitas Jalanan Didukung Pemberdayaan Sosial

Sultratv.id – Kebijakan penertiban aktivitas jalanan yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari beberapa waktu yang lalu menjadi sorotan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kendari.
Fraksi PDI Perjuangan menekankan agar penertiban tersebut tak hanya berorientasi terhadap penegakan aturan, tetapi juga diikuti dengan pendekatan sosial jangka panjang yang menyentuh akar persoalan.
Anggota DPRD Kota Kendari dari PDI Perjuangan, Apriliani Puspitawati, menilai operasi penertiban terhadap sejumlah orang yang beraktivitas di lampu merah perlu diikuti dengan kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Menurutnya, penertiban yang merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum memang bertujuan menjaga ketertiban ruang publik.
Ia menilai penerapan Perda Ketertiban Umum perlu terus dievaluasi agar sejalan dengan pemenuhan hak sosial ekonomi warga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari ini mengatakan, apabila kebijakan tersebut hanya dilakukan sampai tindakan administratif, maka hal itu tak menyentuh akar persoalan sosial yang melatarbelakangi maraknya aktivitas jalanan, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, minimnya lapangan kerja, serta lemahnya dukungan sosial.
“Penertiban penting, tetapi tidak boleh berhenti di situ. Harus ada pembinaan jangka panjang yang fokus pada pemberdayaan ekonomi, pendampingan psikososial, serta peningkatan akses pendidikan dan keterampilan,” kata Legislator dari Dapil Mandonga – Puwatu ini.
“Tanpa itu, masalah hanya akan berpindah tempat dan tidak selesai,” tambahnya.
Apriliani Puspitawati juga menyoroti pentingnya penguatan basis data sosial yang akurat dan terintegrasi, sehingga intervensi pemerintah dapat tepat sasaran.
Menurutnya, penegakan ketertiban mesti berjalan beriringan dengan perlindungan hak atas penghidupan yang layak, rasa aman, pendidikan, dan pekerjaan.
“Kalau tidak seimbang, kebijakan bisa dipersepsikan sebagai pengabaian terhadap masalah kemiskinan. Padahal yang dibutuhkan masyarakat rentan adalah perlindungan dan dukungan sosial yang terpadu,” pungkas mantan Putri Indonesia perwakilan Sultra ini.
Editor: LAN




















