Tudingan Pelecehan Viral di Medsos, Pimpinan Ponpes: Itu Fitnah!

Muna Barat, Sultratv.id – Baru-baru ini, dihebohkan pemberitaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang salah satu pimpinan pondok Pesantren terhadap santrinya di salah satu desa di Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dengan beredarnya di medsos berita itu, salah satu netizen berkomentar di media sosial dengan menyebutkan bahwa dugaan pelecehan seksual itu dilakukan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes).
Menanggapi komentar itu, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah, La Malu, mengaku hal itu fitnah dan pihaknya tidak terima karena merugikan nama baik pondok. Menurut La Malu, komentar tudingan seorang netizen itu tidak benar.
“Dengan adanya berita itu, kami keluarga besar pondok pesantren merasa terzholimi dan dirugikan, karna tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Bahkan semua alumni dari Angkatan pertama sampai sekarang tidak terima dengan komentar itu,” jelasnya.
“Pondok pesantren kami Khairul Ummah, desa Lemoambo, didirikan sejak tahun 1994, Alhamdulillah sampai saat ini baik-baik saja. Saya sebagai pimpinan pondok pesantren merasa kesal tidak terima dengan komentar yang sempat beredar di Facebook, saya langsung arahkan semua keluarga pondok pesantren melacak mencari tau orang yang tega memfitnah pondok pesantren kami, setelah menerima hasil komentar itu, sempat saya kaget, ternyata identitas yang bersangkutan merupakan mantan alumni Pondok pesantren Khairul Ummah”ungkapnya.
Ia berpesan kalau mendegar, mendapatkan informasi atau berita dari orang maupun di media sosial jangan disebar luaskan sebelum mencari tau kebenarannya, takut akan menimbulkan fitnah.
Sementara alumni yang bersangkutan menyatakan merasa bersalah dan menyesali dengan komentarnya.
“Saya menyadari bahwa apa yang saya komentar di Facebook itu, tidak benar adanya. Awalnya saya melihat berita di medsos ada kekerasan seksual yang diduga dilakukan Pimpinan pondok pesantren, saya tidak buka baca link berita langsung berkomentar bahwa pondok pesantren tersebut,” katanya.
” Saya sudah turun langsung ketemu pimpinan pondok, dan semua guru-guru, santri-santri, untuk meminta maaf dengan komentar saya di Facebook. Setahu saya pondok pesantren di Kecamatan Kusambi hanya satu pondok, ternyata ada pesantren didesa tetangga. Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya,” tutupnya.
Penulis: Laode Abubakar


















